Masyarakat Dukung Stop Putus Sekolah bagi Remaja
Pendidikan adalah Tiket untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Pendidikan merupakan hak setiap anak hal ini juga ditetapkan
di dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 yang menjeaskan bahwa setiap anak wajib belajar
12 tahun. Namun, hal yang berbeda ditemukan bahwa masih adaya anak-anak yang
tidak melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya. Hal ini disebabkan oleh
beeberapa faktor diantaranya kurangnya perekonomian keluarga, kurangnya ilmu
engetahuan dan kesadaran bahwa pentingnya pendidikan dan kurangnya dorongan
atau motivasi untuk melanjutkan sekolah karena kebanyakan orangtua dan
masyarakat di Desa memiliki pola pikir bahwa sekolah bukan merupakan suatu hal
yang penting dan mereka lebih menganjurkan anaknya untuk bekerja padahal usia
anak masih dikatakan usia sekolah. Berangkat dari isu permasalahan yang ditemukan
maka praktikan dan TKM ( Tim Kerja Masyarakat) merencanakan suatu program yang
berfokus kepada usaha preventif (pencegahan)
kepada anak rawan putus sekolah di RW 09 Desa Rancagoong. Dari hasil perencaan
tersebut ditetapkan adanya bebrapa kegiatan yang akan dilakukan diantaranya
penyuluhan sosial pencegahan anak putus sekolah dan adanya kegiatan HARI CERIA
yang disertakan dengan kampanye.
Untuk menindaklanjuti rencana kegiatan tersebut maka
kegiatan awal yang praktikan lakukan yaitu HARI CERIA yang disertakan kampanye.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 25 Maret 2018 pukul
09.30 WIB – 11.30 WIB yang dilaksanakan di lapangan sekolah binaan desa dengan
diikuti oleh anak-anak yang berada di RW 09 dan sekitarnya. Kegiatan pertama
yang dilaksanakan pada hari tersebut adalah pohon harapan, dimana anak-anak
menuliskan di kertas dan menempelkannya di sebuah pohon harapan yang berisi
harapan dan cita-citanya dimasa yang akan datang. Kegiatan kedua yaitu
praktikan memberikan beberapa permainan edukasi untuk anak-anak yang bertujuan
untuk memberitahukan kepada mereka bahwa belajar bukan lah hal yang membosankan
tetapi merupakan kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan ketiga atau kegiatan
terakhir adalah kampanye dengan cara membacakan ikrar. Sebelumnya anak-anak
menuliskan beberapa kalimat positif pada selembar kertas dan membacakan ikrar
tersebut secara bersamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa
semangat anak-anak untuk dapat melanjutkan sekolah setinggi-tingginya.
Komentar
Posting Komentar