Kewirausahaan bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi
PENGUATAN KAPASITAS PEREMPUAN RAWAN
SOSIAL EKONOMI
MELALUI KEGIATAN WIRAUSAHA
CIANJUR
– Perempuan rawan sosial ekonomi merupakan seorang perempuan dewasa
menikah, belum menikah atau janda dan
tidak mempunyai penghasilan cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Perempuan-perempuan hebat ini rentan untuk masuk ke dalam jurang kemiskinan.
Mencegah hal tersebut terjadi, Praktikan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial
(STKS) bekerja sama dengan Tim Kerja Masyarakat (TKM) mencoba melakukan
kegiatan-kegiatan kewirausahaan untuk meningkatkan kapasitas perempuan rawan
sosial ekonomi di Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.
Praktikan
bersama TKM merencanakan berbagai kegiatan yang didesain untuk menggugah
semangat dan motivasi perempuan rawan sosial ekonomi untuk mau berkembang
menjadi seseorang hebat untuk keluarga. Kegiatan pertama dilakukan pada Jumat,
23 Maret 2018 yaitu penyuluhan sosial. Penyuluhan sosial dengan tema “Peningkatan
Kapasitas Perempuan terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga melalui Kegiatan
Kewirausahaan” yang disampaikan oleh Kang Tantan dari Dinas Koperasi UKM,
Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Cianjur. Kang Tantan berbagi tips
untuk memulai berwirausaha. 3M. Mengamati, Meniru, dan Memodifikasi. Mengamati
produk-produk yang saat ini sudah beredar, kemudian mencoba untuk meniru
produk, dan memodifikasi produk tersebut menjadi ciri khas kita sendiri agar
terlihat unik serta menarik. “3M adalah cara sederhana, tetapi sebelum kesana
tentu yang paling pertama dan penting itu ide, kita harus mencari ide-ide yang
sekiranya bisa untuk dicoba dan berkembang, tidak hanya sekedar musiman”,
pungkas Kang Tantan. Masyarakat dituntut untuk terus bergerak, ibarat sepeda,
apabila dia berhenti mencoba untuk mengayuh, maka kita akan jatuh, demikian
pula dengan wirausaha, apabila kita lelah untuk berusaha dalam membuat sebuah
produk, maka produk tersebut tidak akan jadi dan berbuntut pada patahnya
optimisme untuk berwirausaha. “Ya, masyarakat jangan sampai capek buat belajar sesuatu yang baru, wirausaha adalah salah satu
ilmu baru bagi mereka, tetapi sebenarnya ilmu ini apabila diterapkan akan
membuahkan sesuatu yang dapat membantu perekonomian mereka.”, ujar Farizka,
Praktikan STKS.
Kegiatan
kedua, yaitu pelatihan pembuatan produk yang diselenggarakan pada Rabu, 4 April
lalu yang bertempat di Aula Kantor Desa Rancagoong. Produk yang akan dibuat
adalah ranggining, makanan ringan yang terbuat dari tepung beras. TKM bersama
Praktikan menghadirkan pelatih yang sudah terbiasa membuat ranggining yang
bertempat tinggal di Desa Padaluyu. Langkah-langkah pembuatan ranggining ini
dimulai dengan pembuatan adonan, kemudian adonan digiling dan dibentuk seperti
mie. Cetak adonan tersebut lalu kukus sekitar 10 menit. Setelah dikukus,
dinginkan dan jemur di bawah sinar matahari selama setengah hari. Ranggining
siap digoreng. Tidak hanya membuat adonan ranggining, pada pelatihan ini juga
belajar bagaimana pengemasan produk yang baik dan benar. (SB/04)

Komentar
Posting Komentar